• August 17, 2022

1 Muharram: Malam 1 Suro Tanpa Tradisi Mubeng Beteng di Yogyakarta

Ngabean – Pojok Beteng Lor Kulon – Pojok Beteng Kulon – Jalan MT Haryono (lewat selatan Plengkung Gading-Pojok Beteng Wetan- Jl. Brigjen Katamso, Jl. Ibu Ruswo- Alun -Alun Utara- Kamandungan lor.

Cara jalan sembari membisu ini merupakan bentuk simbolis sarat filosofis yang mendalam. Sebagaimana dikutip dari Skripsi yang tertera di laman UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, digilib.uin-suka.ac.id, perubahan tahun hendaknya disambut dengan penuh keprihatinan dan intropeksi diri atas segala hal yang telah terjadi di tahun sebelumnya. Tak hanya itu, melalui ritual ini warga mendekatkan diri kepada Sang Pencipta seraya memohon atas kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru. Oleh karena itu, tradisi ini juga dikenal dengan nama Lampah Budaya Tapa Bisu Mubeng Beteng.

Tidak hanya Lampah Budaya Tapa Bisu Mubeng Beteng, dalam menyambut Tahun Baru malam 1 Suro Alip 1955/1 Muharram 1443 juga dilaksanakan tradisi pembersihan barang-barang pusaka Keraton Yogyakarta, atau yang dikenal dengan nama Hajad Dalem Jamasan Pusaka Alip 1955. Namun, untuk tahun ini, pelaksanaan tradisi ini dilakukan secara tertutup untuk umum.

NAOMY A. NUGRAHENI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.