• May 16, 2022

Langkah Penting agar Pasien Isolasi Mandiri Lekas Pulih

Tidak perlu panik berlebihan jika terpapar virus corona, meski saat ini sebagian besar orang dengan gejala ringan hampir pasti kehabisan tempat rawat inap di rumah sakit khusus penanganan pandemi COVID-19. Terpapar virus corona dengan gejala ringan sampai sedang sejatinya dapat disembuhkan melalui skema isolasi mandiri atau isoman di rumah dengan beberapa langkah mudah namun harus konsisten diterapkan.

Isolasi mandiri dengan cara yang tepat merupakan solusi terkini yang turut disarankan sebagai solusi guna mengatasi polemik kehabisan tempat layanan di rumah sakit akibat melonjaknya pasien COVID-19. Pakar kesehatan dr. Jonathan Surentu dari Siloam Hospitals Manado menjelaskan pentingnya beberapa langkah menuju sehat selama menjalankan isoman.

Menurut Jonathan, isoman mulai dilakukan saat tes PCR atau swab antigen diketahui positif dengan sejumlah gejala ringan atau sedang. Misalnya batuk, pilek, sakit kepala, atau tidak memiliki gejala sama sekali (asimtomatik). Menurutnya, isoman dilakukan di lingkungan rumah atau di kamar yang memiliki ventilasi udara yang cukup baik. Setelah itu siapkan sejumlah peralatan medis, obat, dan vitamin.

Beberapa alat medis dasar yang perlu disiapkan antara lain masker medis, termometer, oximeter, obat-obatan (parasetamol 3×500 mg bila demam/nyeri, vitamin C 3×500 mg, vitamin D 400-1000 IU, multivitamin, dan obat-obatan yang direkomendasikan dokter).

Selain itu, selama melakukan isoman, protokol kesehatan tetap dipertahankan, yaitu tetap di rumah saja, selalu cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, pakai masker, dan tetap menjaga jarak dengan penghuni rumah lain.

Jonathan pun mengingatkan jika bergejala batuk, penting pula agar etika batuk diterapkan, yaitu gunakan tisu atau menutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam. Hal lain yang tak kalah penting adalah olahraga ringan selama 30 menit 3-5 kali per minggu serta berjemur di pagi hari selama 10-15 menit. Kebersihan rumah dan kamar pun penting selama isoman selain mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga teratur.

Meningkatnya kasus COVID-19 pada anak saat ini pun sedang terjadi dan merupakan persoalan baru yang harus segera ditangani. Anak juga perlu mendapatkan perawatan yang baik selama masa isolasi mandiri agar cepat pulih.

Menerapkan isolasi mandiri kepada anak dapat dilakukan hingga kembali sehat. Namun, dalam pengerjaannya perlu diperhatikan beberapa hal agar kondisi anak tetap fit. Pada edukasi selanjutnya, Jonathan tidak menyarankan isoman dilanjutkan pada anak jika mengalami demam, batuk disertai sesak napas dengan saturasi oksigen kurang dari 95 persen.

Ia menyarankan penghentian isolasi mandiri pada anak jika perilaku anak mengalami gejala banyak tidur atau saat bernapas menyisakan cekungan di dada, mengalami demam berkelanjutan, dan kejang. Ia menegaskan pentingnya anak segera dibawa ke rumah sakit.

Mewaspadai perilaku anak isoman yang sulit makan dan minum serta buang air kecil mulai berkurang merupakan gejala yang harus ditangani segera oleh dokter di rumah sakit. Ia menambahkan jika terjadi penurunan kesadaran dan anak sulit bernapas maka hentikan isoman dan segera lakukan tindak lanjut ke rumah sakit.

#CuciTangan #JagaJarak #PakaiMasker #DiamdiRumah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.