• November 27, 2022

Perbedaan Oli Gardan dan Oli Mesin

Pelumas atau oli merupakan salah satu komponen paling penting yang wajib ada pada sebuah kendaraan. Tanpa oli, mustahil kendaraan khususnya mobil bisa menyala dan berjalan sebagaimana mestinya.

Seperti diketahui, oli juga mempunyai beberapa jenis seperti oli gardan, oli mesin, oli transmisi dan masih banyak lainnya. Masing-masing memiliki fungsi dan tugas berbeda-beda. 

Tak hanya itu, pemilik kendaraan harus mengganti oli-oli tersebut secara rutin di bengkel supaya performa mobil selalu optimal. Supaya pemilik kendaraan tidak salah, berikut ini adalah perbedaan dari oli gardan dan oli mesin:

Perbedaan oli gardan dan oli mesin

Secara umum, oli gardan dan oli mesin punya cukup banyak perbedaan seperti tampilannya sampai fungsinya.

Fungsi

Oli-oli tersebut tentunya memiliki perbedaan fungsi. Meskipun fungsi utamanya sebagai pelumas, tetapi memiliki fungsi tambahan. Misalnya, perbedaan fungsi oli mesin dan oli gardan. Oli mesin berfungsi juga sebagai pembersih, oli gardan sebagai penyalur tenaga, dan lainnya.

Tampilan

Tampilan oli mesin dan oli gardan terlihat sangat berbeda. Oli mesin memiliki warna keemasan. Sedangkan oli gardan memiliki warna keemasan juga seperti oli mesin, tetapi tingkat kekentalannya lebih tinggi.

Kandungan

Selain fungsi dan tampilan, perbedaan oli mesin dan oli gardan selanjutnya yakni kandungannya terutama dari segi bahan penyusun utamanya. Zat aditif yang terkandung dalam oli mesin dan oli gardan itu berbeda.

Waktu penggantian

Perbedaan oli gardan dan oli mesin berikutnya yakni soal waktu penggantian. Contohnya oli mesin harus diganti setiap 5.000 km hingga 10.000 km. sementara oli gardan, transmisi, power steering, dan minyak rem memiliki waktu penggantian yang lebih lama.

Macam-macam oli yang dibutuhkan kendaraan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, oli atau pelumas memiliki banyak jenis tergantung kebutuhan dan fungsinya selain oli gardan dan oli mesin. Berikut ini adalah beberapa macam pelumas yang wajib ada di dalam kendaraan.

1. Oli mesin

Yang pertama adalah oli mesin. Oli ini mungkin paling sering didengar oleh kamu sebagai pengguna mobil. Fungsi oli mesin adalah untuk melumasi mesin agar tidak terjadi gesekan secara langsung. Karena gesekan diminimalisasi, maka mobil juga tidak mudah overheat. Apalagi oli mesin juga memiliki fungsi sebagai pendingin.

Selain itu, oli juga berfungsi sebagai pembersih ruang mesin karena saat ini banyak oli yang sudah dilengkapi dengan zat aditif tertentu yang mampu mencegah kotoran dan kerak menempel di ruang mesin.

Ada 3 jenis oli mesin yang perlu kita ketahui, yaitu oli mineral, oli semi sintetik, dan oli full sintetik. Oli mineral terbuat dari minyak bumi murni. Oli ini dianggap aman untuk mobil dengan kerja yang berat, misalnya mobil diesel. Tetapi oli mineral biasanya memiliki kekentalan yang tinggi dan juga belum dilengkapi tambahan zat aditif.

Kemudian, oli semi sintetis dibuat dari campuran oli mineral dan oli sintetik. Yang terakhir, oli full sintetik sudah diformulasi khusus menggunakan bahan-bahan yang memenuhi kebutuhan mesin mobil. Sehingga karakter dan kualitas oli bisa diatur. Tetapi oli semi sintetis dan full sintetis memiliki harga yang lebih mahal.

2. Oli gardan

Selanjutnya kita akan membahas tentang oli gardan. Oli mesin dan oli gardan tentu jelas berbeda. Oli gardan digunakan pada gear yang berada di as roda mobil. Oli ini digunakan untuk mobil dengan penggerak roda belakang. Ada mobil-mobil tertentu yang menyamakan penggunaan oli gardan dan oli transmisi, ada pula yang membedakan.

Selain berfungsi sebagai pelumas, oli gardan juga berfungsi meneruskan tenaga mesin ke poros roda. Kemudian, menghubungkan transmisi dan gardan agar perpindahannya lebih halus dan bebas hambatan. Sehingga kinerja mesin pun meningkat.

Perbedaan oli mesin dan oli gardan berikutnya adalah disarankan menggunakan oli yang kental untuk gardan. Kekentalannya bahkan bisa lebih kental daripada oli mesin dan oli transmisi.

Tanda oli gardan perlu diganti adalah ketika terdengar bunyi mendengung ketika mobil berjalan. Sebaiknya oli gardan diganti setiap 50.000 – 80.00 km untuk acuan jarak tempuhnya.

3. Oli transmisi 

Fluida berikutnya adalah oli transmisi. Oli transmisi ini berperan penting pada box persneling mobil, terutama pada mobil dengan transmisi otomatis. Fungsi oli transmisi adalah untuk melumasi sistem transmisi agar perpindahan transmisi lebih mudah, lancar, dan halus. Sementara pada transmisi otomatis, oli juga berfungsi untuk menambah tenaga.

Oli yang digunakan untuk transmisi otomatis dan manual pun berbeda. Oli pada transmisi manual menggunakan oli mineral dengan kekentalan SAE 40. Sementara untuk transmisi otomatis, perlu menggunakan oli khusus transmisi otomatis atau ATF (automatic transmission fluid).

Waktu ganti oli transmisi, oli mesin dan oli gardan berbeda. Oli transmisi manual bisa diganti setiap 10.000 km, atau paling lama 30.000 – 40.000 km. Untuk oli transmisi otomatis sebaiknya diganti sebelum 20.000 km.

4. Oli power steering

Oli power steering ini digunakan pada mobil yang masih menggunakan sistem hidrolik. Pada sistem tersebut pada reservoir tank di ruang mobil. Sistem ini juga dapat membuat berkendara menjadi lebih ringan. Ketika kemudi terasa mulai berat, bisa menjadi tanda oli power steering harus diganti.

Saat ini produsen oli juga banyak memproduksi oli power steering. Tidak ada perbedaan jenis oli yang digunakan pada mobil manual maupun matic. Waktu penggantian oli power steering ini disarankan setiap 40.000 km sampai dengan 50.000 km. Akan tetapi kalau kondisi oli sudah terlihat hitam atau kotor, sebaiknya oli ini segera diganti. Oli yang normal berwarna oranye atau merah muda.

5. Oli rem atau minyak rem

Oli lainnya selain oli transmisi, power steering, oli mesin dan oli gardan adalah minyak rem. Seperti oli transmisi, oli ini juga berfungsi menyalurkan tenaga dari pedal rem ke kaliper rem. Beberapa jenis klasifikasi minyak rem di antaranya adalah DOT 2, DOT 3, dan DOT 4. Angka ini menunjukkan titik didih dan kualitas oli rem. Semakin tinggi, maka artinya memiliki titik didih dan kualitas yang lebih tinggi.

Minyak rem perlu diganti ketika warnanya sudah terlihat menghitam karena tandanya sudah tidak layak dipakai akibat tercampur kotoran. Biasanya hal ini terjadi ketika sudah mencapai 30.000 km atau 2-3 tahun sekali.

Nah itu dia informasi tentang oli mesin dan oli gardan serta oli lainnya. Ganti oli di aplikasi Otoklix, banyak promonya lho! Install dan coba booking sekarang yuk.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *